The Southern Garut Trip
The Journey
It's Holiday time. Yeap, libur natal dan tahun baru yang cuma 10 hari sayang kalo cuma dihabisin buat leha-leha plus ngerjain tugas doang. So, tanggal 26 Desember kemaren, Aku, Frix, Putut dan Jefri pergi ke Pameungpeuk, ke rumahnya si Winky. Sayang sih cuma berempat, padahal pengennya semua Si 2008. Perjalanan jauh dan melelahkan di sambut dengan pemandangan yang breathaking.
Kami berangkat dari terminal Cicaheum, Bandung. Cukup lama kami menunggu bis yang langsung menuju kesana. Akhirnya bis pun tiba. Saat kami naek bis, wew !!!!!!!!!! Jangan bayangkan bis berAC bersih dan rapih sekelas Prima Jasa atau minimal bis biasa yang bersih dan rapih. Bis yang kami naiki dan bis 3/4 yang di dalamnya penuh dengan tumpukan sampah dan sisa makanan camilan para penumpang sebelumnya. Bahkan, ada juga bekas mun***** eaks arghhhhhh. But, we tried to enjoy our long journey. BTW, ini bis lucu juga, logonya smile dan warnanya pink, tapi rute perjalanannya sangat jauh dan terjal. Ga matching banget ha ha ha ha ha ha.
Perjalanan dari Bandung-Garut sih ga terlalu masalah sebab kami tertidur sepanjang perjalann he he he he he . Perjalann dari Garut-Pameungpek itu yang paling exciting. Perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari Garut disuguhi pemandangan yang beathaking banget. Kami melewati perkebunan teh yang menghampar bagai karpat permadani hijau. Sangat-sangat segar dan memanjakan mata. Lalu, kami melewati kawasan bukit dan hutan dengan jalan yang berkelok-kelok dan landai. Agak ngeri juga jika melihat ke bawah, jurang semua. Tapi, landscape gunung gunung yang terhampar membuat semua ketakutan itu sirna. Pemandangan yang sangat indah. Sepertinya benar kata si Winky yang mengatakan jangan bertanya udah nyampe Pameungpeuk apa belum, bersabarlah.Pantat terasa sangat panas karena kami duduk selama 6 jam. Arggggghhhhh. Saat melewati kawasan Pameungpeuk, aroma pantai selatan Jawa Barat mulai terasa. Pameungpeuk dalam bayanganku adalah kota yang sedikit "ndeso" tapi ternyata adalah kota kecil yang cukup modern. Franchise mini market nasional tersebar di sana. Warnet bahkan distro pun ada di sana. Saat melawati pantai selatan, kami semua bersorak dan tak sabar untuk menikmatinya. Hamparan sawah luas yang terletak hanya beberapa meter dari bibir pantai menyajikan pemandangan yang sangat indah. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan jauh dan terjal, serta melelahkan selama kurang lebih 9 jam kami tiba dengan selmat di rumahnya Winky. Di sana kami disambut dengan sangat baik oleh keluarganya Winky.
Pantai pertama yang kami datangi adalah Pantai Gunung Geder. Letaknya tak jauh dari rumahnya Winky. Kami berangkat sekitar jam setengah tujuh saat udaranya masih sejuk dankami berjalan sekitar 20 menit kesana.
Saat tiba di sana, Woooww!!!!!!!!!!! This is the real bitch, eh salah I mean beach!!! ha ha ha . Pantainya bersih and the most important thing is the beach really quiet. No one there, only us. Aku, Si uda Jefri dan si Frix saling pamer kegilaan ha ha ha. Si Utut sibuk nyari angle buat di shoot sementara si Winky hanya mengawasi kami dari bibir pantai. Udah bosen kali y dia bermain di pantai, beda dengan kami yang 'norak' ha ha ha ha.
Pantainya bener-bener sepi. Serasa pantai pribadi dan kami bebas ngapain aja di sana. Just like Paradise.
Saat di sana, we're getting mad. Put off clothes and enjoy the bitch ( I mean beach) ha ha ha. Here're some of the photos (sorry agak narsis) he he he.
Pantai Gunung Geder berombak cukup besar, sesuai dengan karakteristik pantai selatan.Ombaknya yang cukup besar cocok untuk sekedar bermain-main. Sayang tidak ada satupun diantara kami yang membawa papan selancar. But, jangankan bawa papan selancar, berselancarnya aja g ada yang bisa ha ha ha ha. Pantai yang terletak di bibir paling selatan wilayah Jawa Barat ini menghadap langsung ke Samudara Hindia. Pasirnya tidak terlalu putih, namun halus. Ke arah sebelah timur pantai, pasirnya berwarna kehitaman sehingga terlihat indah berkilauan. Walaupun sepi, tampaknya pantai ini menarik minat para investor untuk mengembangkannya. Hal itu terlihat dari mulai dibangunnya beberapa fasilitas pendukung di sekitar pantai seperti pondok, warung-warung, tempat ibadah, MCK, dll. Semuanya dibangun permanen, beda dengan pantai-pantai lain di kawasan yang sama ynag hanya terbuat dari bamabu dan terkesan seaadanya sehingga terkesan "kumuh".
Setelah puas bermain di pantai, kami pun pulang lagi ke rumah Winky. Udara mlai terasa panas dan kulit kami pun terbakar. Hasilnya, kulit kami makin gosong ha ha ha , but it's OK. Perjalanan pulang ke rumah si Winky terasa sangat berat karena teriknya sinar matahari.
Saat tiba di rumah Winky, di sana sudah tersedia kelapa degan. It's really refreshing and recharge our energy ha ha ha ha. Setelah beristirahat sejenak, kami mandi, makan siang, dan tidur. Ha ha ha ha ha What a great holiday, free and cheap. Sorenya, kami pergi ke Pantai Sayang Heulang untuk bergabung dengan rekan-rekan HIMARIS yang lain. Ya, selain anak-anak B. Inggris 2008, tur ke Pameungpeuk ini juga diikuti anak-anak '09 dan '10. Mereka ada yang pergi naik motor dan sisanya bareng keluarga Zenith. Sebuah pondok di tepi pantai disiapkan Tiwi (anak '10) yang juga kecengannya PUtut, prikitiewww ha ha ha.
Pantai Sayang Heulang and Pantai Santolo
Sore sekitar jam lima kami pergi ke Pantai Sayang Heulang untuk bergabung dengan teman-teman yang lain. Saat tiba disana, udaranya agak mendung, sehingga kami tidak bisa menikmati sunset. Di pondok sudah tersaji kelapa degan dan ikna tongkol bakar hmmmmmm lezat. Karena angin bertiup kencang dan ombaknya basar dan tidak adanya lampu penerangan sekitar pantai, kami tidak bisa menikmati suasan pantai di malam hari. Namun setidaknya kami bisa membuat api unggun walau seadanya. Malamnya, udara bertiup sangat kencang dan dingin.
Paginya aku bangun lebih awal sehingga bisa menikmati sunrise. Menurut aku pribadi sih Pantai Sayang Heulang biasa saja. Pantainya berkarang, ombaknya besar, dan pasirnya kasar bercampur pecahan karang laut. Kurang cocok untuk bermain-main di sana. Namun, di sekitar pantai ini terdapat banyak pondok sederhana untuk sekedar menginap dan ganti baju. Saat kami kesana, pengunjungnya lumayan banyak walau tidak terlalu ramai.
Dari Pantai Sayang Heulang, kami berjalan kaki menuju Pantai Santolo. Ada dua cara untuk menuju Santolo dari Sayang Heulang. Bisa dengan berjalan kaki melewati pulau kecil atau cukup menyebrang dengan tongkang atau perahu kecil. Aku, Zenith, Tiar, Dimas, Nani, Nida, dan Fia menuju kesana dengan menyusuri pulau. Agak seram memang karena pulau kecil ini rimbun dan masih banyak satwa liarnya. Ada monyet, burung-burung, biawak, bahkan ular. Sangat khas pulau tropis pinggir pantai.
Pantai Santolo lebih indah dibandingkan Pantai Sayang Heulang. Pasirnya halus dan pantainya melengkung seperti bulan sabit. Sangat indah. Di sekitar pantai terdapat gundukan batu yang berfungsi menahan ombak. Ya, ombak di pantai ini cukup besar. Pantai ini lebih ramai di banding pantai-pantai sebelumnya. Di sana terdafpat berbagai fasilitas walau seadanya seperti penyewaan pelampung dan bahkan ada juga banana boat. Sayang harganya cukup mahal untuk kantong kami. Di sekitar pantai terdapat banyak warung-warung dan saran MCK. Sayang penataannya kurang baik sehingga terkesan kumuh dan seaadanya. Jika saja dibenahi lebih baik, mungkin akan pantai akan jauh terlihat lebih indah. Sayang di Pantai ini tidak terdapat banyak pondok untuk menginap. Di sini juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tadinya aku pengen beli ikan, namun karena ribet bawanya, jadi cuma beli ikan asin kakap merah buat oleh-oleh orang rumah.
Pulang dari Pantai Santolo kami kembali lagi ke pondok di Sayang Heulang. Kami menaiki perahu kecil. Pemandangannya cukup indah, kami menyusuri pulau kecil tadi. kami melihat banyak monyet bergelantungan. Sangat eksotis ha ha ha. Dengan hanya membayar Rp. 5000 kami puas menyusuri pulau tadi.
Sebelum pulang, aku dan Rainy berfoto-foto dulu di Sayang Heulang. Lumayan buat nambah-nambahin koleksi he he he he he.
Menjelang siang, kami pun kembali ke rumah Winky untuk Pamitan. Selain itu bis terakhir dari sana berakngat jam 11. kalo kelewt, terpaksa kami harus menginap lagi. AKhirnya kami pun pulang ke Bandung. Eh saat kami pulang, kami malha diberi ongkos pulang sama mamanya Winky. Duh, kami semakin ngerasa g enak coz udah banyak ngerepotin Winky. Many thanks so much for Winky's family for the kindness to us during we we were there. Jangan kapok ya menampung kami lagi ha ha ha ha ha




No comments:
Post a Comment