Hello weekenders,
Pernah denger tempat (wisata) yang lagi ngehitz bernama Sanghyang Heuleut?
Yap, beberapa waktu lalu gw ke sana. Sebenernya pertama kali denger Sanghyang Heuleut dari temen Couchsurfing Bandung yang suka explore tempat tempat unik di Bandung. Karena penasaran, gw kepoin foto-foto di sana. Makin membuncah lah hasrat gw untuk meng-explore Sanghyang Heuleut. Tapi eh tapi kalo sendirian mager, ngajak temen sepermainan, pada gak bisa. Akhirnya hasrat itu dipendam dulu sampai nemu momen yang pas.
And, the right moment came. Randomly, group whatsApp trip ke Ciletuh juga berencana ke sana. Sabtu, 17 October 20115 kami bersepuluh pergi untuk mengexplore Sanghyang Heuleut. Dirangkum dari pengalaman pribadi dan beberapa sumber, berikut info dan legenda seputar Sanghyang Heulueut
Sanghyang Heuleut berada
di kawasan PLTA Saguling, Raja Mandala, Cipatat, Bandung Barat. Patokan yang
paling mudah adalah PLTA Saguling. Rute untuk mencapai lokasi ini jika dari
arah Kota Bandung adalah : Kota Bandung – Kota Cimahi – Padalarang – Jalan Raya Padalarang – Raja Mandala – Pintu
gerbang PLTA Saguling. Jika lewat toll, bisa exit toll Padalarang dan terus lanjut Jalan Raya Padalarang – Raja
Mandala – Pintu gerbang PLTA Saguling.
Rumor has it, warga sekitar
di kawasan Saguling bahwa Sanghyang Heuleut ini dahulu sering dikunjungi oleh
para bidadari jika ingin mandi dan turun dengan menggunakan pelangi yang sangat
indah warnanya. Dan tempat ini pula yang dipercayai sebagai tempat Dayang
Sumbi, ibu dari Sangkuriang untuk mengambil air minum, mandi dan mencuci
pakaian miliknya. Mungkin dari legenda inilah nama Sanghyang Heuleut berasal. Jika
diartikan kata per kata, “Sanghyang” memiliki arti sebagai “tempat yang suci”,
sedangkan “Heuleut” memiliki arti “selang antara dua waktu”.
Secara geologis, Danau
Sanghyang Heuleut ini danau purba yang diperkirakan terbentuk dari hasil
letusan Gunung Api Purba yang bernama Gunung Sunda. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya terdapat
bebatuan besar di sekitaran danau. Danau ini terselamatkan dengan hadirnya
bendungan Saguling yang masih menjadi sumber air dari Danau Sanghyang Heuleut
ini.
Untuk mencapai lokasi
Danau Sanghyang Heuleut ini diperlukan extra usaha karena akses jalan yang
cukup sulit dengan menyusuri sungai dengan bebatuan yang besar, serta harus
melewati hutan yang cukup lebat. Pengunjung harus dengan berjalan kaki sejauh kurang
lebih 3-4 km atau sekitar 1-2 jam trekking.
Saat kami ke sana, warga sekitar sudah menyiapkan lahan untuk tempat
parkir pengunjung. Pengunjung dikenakan tarif retribusi parkir 5 ribu untuk sepada motor dan 10 ribu untuk mobil.
Dari area parkir,
berjalan ke lokasi PLTA Saguling yang terdapat pipa raksasa, lalu trekking ke
arah hutan dan berjalan melawan arus sungai. Disarankan memakai sandal gunung
atau sepatu waterproof demi kenyamanan selama perjalanan. Perjalanan kurang
lebih sekitar 1 Km dan di ujung akan menemukan sebuah gunung kecil yang
terdapat gua Sanghyang Poek. Menurut warga, gua Sanghyang Poek ini juga tempat
bersemedi. Di dalamnya terdapat dua jalan, yang satu akan kembali ke tempat
semula, sementara yang satu lagi entah nembus ke mana karena dianggap tak
berujung. Dari Gua Sanghyang Poek lanjutkan perjalanan melawan arus sungai
sekitar 2 Km. Danau Sanghyang Heuleut ini berada di ujung sungai Sanghyang
Poek.
![]() |
| Sanghyang Poek |
| Explorer - Sanghyang Poek |
Laguna cantik berwarna
kehijauan di tengah hutan yang dikelilingi bebatuan besar. Some people call it 'a piece of paradise'. Perjalanan jauh terbayar
dengan keindahan danau dan pemandangan di sekitar. Bagi yang tidak bisa
berenang, dilarang keras bermain sampai ke tengah karena cukup dalam. Sementara, bagi
yang bernyali dan hobi memacu adrenalin, bisa loncat dari bebatuan di pinggir
danau. Terdapat beberapa level ketinggian bebatuan yang menarik untuk dicoba. Sekali lagi, sangat
tidak disarankan bagi yang tidak bisa berenang.
| The lagoon where the angels bathed |
| Surounded by massive rocks |
| Strike a pose! |
| The lagoon |
| Ready to jump |
![]() |
| Jumping off the stone |
Ada juga versi lain yang
mengatakan bahwa lokasi Sanghyang Heuleut yang sebenarnya masih jauh. Lokasi yang sekarang dikenal sebagai Sanghyang
Heuleut , sebenarnya adalah Sanghyang Gobang. Untuk mencapai Sanghyang Heuleut,
masih harus lanjut berjalan 3-4 jam lagi dari lokasi danau. Karena itulah, Sanghyang
Heuleut yang ‘asli’ masih belum banyak terjamah dan masih sangat alami. Tidak
banyak yang berani ke sana karena medan yang sangat sulit.
Jika ke sana,jangan pernah mencorat-coret bebatuan dan jangan lupa bawa kembali sampah yang kamu bawa. Stop
vandalism and littering and keep it clean. Tak dapat dipungkiri, ramainya postingan
foto-foto Sanghyang Heuleut di sosial media menjadi magnet para traveler untuk
datang langsung ke sana. Namun, sayangnya tidak semua traveler punya kesadaran
untuk menjaga kebersihan lingkungan.
I don't recommend you to visit it, but if you're interested in, it’s really worth visiting. Think about the location, your physical condition and the way to get there. If nothing matters you, what are you
waiting for??? grab you backpack and go! :p
Never stop exploring nature
and be a wise traveler.


No comments:
Post a Comment